Kritik ini diungkapkan oleh Laica Marzuki dan Benjamin Mangkoedilaga di acara bertajuk 'Koalisi Nasional untuk Peradilan Bersih dan Penyelamat MA' di Hotel Millenium, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2008).
"Dulu orang jarang banding kasasi karena orang merasa adil. Saya ingat kata Pak Bismar (Siregar) bahwa keputusan hakim itu mahkota. Sekarang di MA tidak ada panutan. Dulu kami bangga sama Pak Asikin, Pak Andi Andjoyo. Sekarang siapa yang mau dibanggakan? Bagir Manan?" kata Benjamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu keduanya menyoroti studi banding ke luar negeri yang beberapa kali dilakukan anggota MA. Menurut Benjamin, Bagir mengirim bawahannya hanya untuk mengambil hati mereka.
"Zaman Pak Sarwata, ke luar negeri zero. Kata beliau biar aja sini panggil profesor dari Belanda disuruh ngoceh. Kalau Bagir Manan malah ngirim orang ke luar. Dari kutub utara ke selatan sudah dikunjungi," cerca Benjamin yang disambut gelak tawa wartawan
(vna/sho)











































