Dua Mantan Hakim Agung Mengkritik Keras MA

Dua Mantan Hakim Agung Mengkritik Keras MA

- detikNews
Rabu, 24 Sep 2008 22:54 WIB
Jakarta - Dua mantan hakim agung mengkritik keras kinerja Mahkamah Agung (MA) yang dipimpin Bagir Manan. Selain keputusan perpanjangan usia pensiun hakim agung, mereka menyoroti kinerja MA di bawah kepemimpinan Bagir. Kinerja MA dinilai buruk karena banyaknya masyarakat yang mengajukan banding dan kasasi.

Kritik ini diungkapkan oleh Laica Marzuki dan Benjamin Mangkoedilaga di acara bertajuk 'Koalisi Nasional untuk Peradilan Bersih dan Penyelamat MA' di Hotel Millenium, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2008).

"Dulu orang jarang banding kasasi karena orang merasa adil. Saya ingat kata Pak Bismar (Siregar) bahwa keputusan hakim itu mahkota. Sekarang di MA tidak ada panutan. Dulu kami bangga sama Pak Asikin, Pak Andi Andjoyo. Sekarang siapa yang mau dibanggakan? Bagir Manan?" kata Benjamin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan hakim agung lainnya, Laica Marzuki, mengatakan bahwa beberapa keputusan MA diduga merupakan hasil dari perdagangan hukum. "Beberapa keputusan di MA diduga ada perdagangan hukum. Dulu ketika kami masih kuliah di fakultas hukum kami diajari hukum dagang. Yang ada sekarang kebalikannya (dagang hukum)," sindirnya tajam.

Selain itu keduanya menyoroti studi banding ke luar negeri yang beberapa kali dilakukan anggota MA. Menurut Benjamin, Bagir mengirim bawahannya hanya untuk mengambil hati mereka.

"Zaman Pak Sarwata, ke luar negeri zero. Kata beliau biar aja sini panggil profesor dari Belanda disuruh ngoceh. Kalau Bagir Manan malah ngirim orang ke luar. Dari kutub utara ke selatan sudah dikunjungi," cerca Benjamin yang disambut gelak tawa wartawan
(vna/sho)


Berita Terkait