"Kasus ini baru pertama kali terjadi di dunia," ujar Kepala BPOM Rubiana Husniah Thamrin Akib saat jumpa pers di kantor Depkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2008).
Menurut Rubiana, Badan Pengawas Obat dan Makanan di negara lain tidak ada yang pernah melakukan pengujian melamin sebagai parameter dalam produk susu. Sebab, tidak pernah ada susu yang ditambahkan zat kimia berbahaya itu.
"Ada dulu makanan kucing dan anjing yang ditambahkan melamin di Amerika Serikat, itu juga produk dari China," kata Rubiana.
Ia juga menjelaskan, tujuan para produsen itu mencampur dengan melamin tidak lain dengan maksud untuk menambah keuntungan tersendiri bagi perusahaannya. "Prosesnya, diawali dengan menambahkan air pada susu agar terlihat encer, lalu mereka menambahkan melamin agar terlihat kental kembali," tandasnya. (mad/nrl)











































