Perihal keberatan tersebut disampaikan mereka dalam acara Koalisi Nasional untuk Peradilan Bersih (KNPB) bersama dengan Aliansi Penyelamat Mahkamah Agung di Ruang Nusa Indah, Hotel Millenium, Tanah Abang, jakarta Pusat, Rabu (24/9/2008).
Selain hakim agung, hadir juga dalam acara tersebut seorang mantan hakim dari PN Jakarta Pusat, Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan oleh Benjamin Mangkoedilaga. "Kalau toh diforsir sampai usia 70 tahun saya setuju tapi dengan catatan berlaku mulai 1 Januari 2009 agar dapat mengikis mereka yang pensiun di 2008," ujar Benjamin menimpali.
Benjamin menambahkan masih banyak nama-nama lain yang dinilainya cukup potensial untuk menjadi hakim agung, di antaranya Ketua KPPU Syamsul Ma'arif.Β "Saya mendukung Syamsul," seru Benjamin di sela-sela acara.
Benjamin menengarai adanya permainan di balik penentuan perpanjangan usia pensiun hakim agung menjadi 70 tahun. "Jika memang mereka mau pensiun tahun 2008 seharusnya sudah mengajukan permohonan berhenti," papar Benjamin sambil meminta wartawan yang hadir untuk mengecek hal tersebut ke MA.
Arbijoyo justru menanggapi hal tersebut dengan melankolis, sambil terisak-isak mantan hakim agung ini berujar bahwa perpanjangan umur hakim agung menjadi 70 tahun lebih jahat dari singa. "Jika singa memburu orang yang masih hidup, kalo ini apa namanya?" katanya lirih.
"Dulu, di usia 65 tahun saja saya sudah mulai lambat, oleh karena itu secara alamiah saya harus tidak setuju karena umur segitu sudah tidak mampu lagi," pungkasnya.
(nov/iy)











































