"Kami menerima surat imbauan pukul 12.00 WIB, tetapi sejak pukul 10.00 WIB pihak kami sudah mulai memindahkan barang-barang tersebut," ungkap Irawan saat dihubungi detikcom, Rabu (24/9/2008).
Menurut Irawan, pihaknya sudah menunggu surat resmi BPOM sejak mencuatnya skandal susu China. "Surat itu biasanya dikirimkan ke Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) untuk disampaikan kepada para anggotanya," jelas Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Irawan yakin Carrefour sudah tidak lagi menjual barang-barang yang dimaksud. "Untuk selanjutnya kami akan mengembalikan barang-barang tersebut ke masing-masing suplier," pungkasnya. (nov/iy)










































