Penempatan anggota sniper di jalur mudik yang dianggap rawan ganguan keamanan itu, disampaikan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (24/9/2008) di Pekanbaru.
Juru bicara Polda Riau ini menjelaskan, bahwa untuk pengamanan operasi ketupat tahun 2008 pihaknya menurunkan 4.696 personel. Keterangan sekaligus mengklarifikasi adanya keterangan yang menyebutkan Polda Riau menerjukan pengamanan mudik 750 personel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli juga menjelaskan, penembatan personel sebanyak itu untuk mengamankan jalur mudi. Personel ini ditempatkan ke seluruh jalur mudik yang menguhubungkan ke beberapa provinsi tetangga. Selain itu juga ditempatkan di jalur mudik antar kota dalam provinsi.
Kabid Humas Polda Riau menjelaskan, pihaknya juga menerjunkan personel khusus yakni sniper. Penembak jitu ini memiliki tugas khusus di jalur mudik yang rawan akan gangguan kamtibmas.
"Sementara itu kita akan menempatkan sniper di jalur mudik antara Pekanbaru menuju Medan. Sebab, di jalur ini terhitung paling padat saat mudik. Dan di jalur ini juga sering terjadi gangguan keamanan," kata Zul.
Kendati demikian, bukan berarti jalur mudik lainnya tidak diberikan pengamanan yang khusus. Semuanya jalur mudik mendapat perhatian yang sama oleh pihak Polda Riau.
"Hanya saja dari yang sudah-sudah jalur Pekanbaru menuju Medan ini paling rawan di antara yang lain. Makanya sniper kita tempatkan di sana," kata Zul. (cha/djo)











































