"Kami akan melanjutkan tujuan kami dengan hati-hati dan kami sepakat untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan kasar ataupun mengambil pendekatan tidak bertanggung jawab yang akan menimbulkan instabilitas dan ketidakpastian yang lebih besar di negara," kata Anwar dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (23/9/2008).
Padahal sebelumnya Anwar berulang kali mengatakan telah meraih cukup suara di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Anwar juga sempat membuat deadline 16 September untuk merebut kekuasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun desakan itu ditolak Badawi yang menganggap Anwar hanya membual dengan klaimnya soal perebutan kekuasaan. Badawi sempat menantang Anwar untuk menyebutkan nama-nama anggota parlemen yang berpindah ke kubu oposisi. Namun Anwar tidak menghiraukan tantangan tersebut.
Anwar pun saat ini masih harus menjalani persidangan atas kasus sodomi yang didakwakan padanya. Dalam persidangan kasus sodomi Anwar yang digelar hari Rabu, 24 September ini, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan hingga 7 Oktober mendatang. (ita/nrl)











































