Pada sidang kali ini eks Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengaku pernah mendapat usulan dari Anwar Nasution mengenai solusi masalah yang timbul akibat pencairan dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar. Usulan tersebut berupa permintaan untuk mencetak uang untuk mengembalikan dana ke YPPI.
"Saya yakin kalau seorang profesor moneter tidak akan mengusulkan hal seperti itu," ujar Burhanuddin dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi kami kalau kita mencetak uang justru akan menambah inflasi," ucap bankir kawakan ini.
Menurut Burhanuddin, kewenangan mencetak uang itu ada pada BI, tapi BI dilarang untuk menggunakan uang tersebut selama uang itu belum dikeluarkan dari BI. "Bagi kami uang itu hanyalah barang cetakan," lanjutnya.
"Tapi betul beliau (Anwar Nasution) mengusulkan itu?" tanya hakim Gusrizal.
"Ya, betul mungkin beliau khilaf," jawab Burhanuddin.
Pada sidang 23 Juli lalu, Anwar Nasution yang menjadi saksi juga pernah menyatakan bahwa BI tidak perlu meminjam dana YPPI saat membutuhkan uang. BI bisa mencetak uang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.
(did/nrl)











































