Disperindag DKI Tunggu BPOM Sidak Produk Susu China

Disperindag DKI Tunggu BPOM Sidak Produk Susu China

- detikNews
Rabu, 24 Sep 2008 10:43 WIB
Disperindag DKI Tunggu BPOM Sidak Produk Susu China
Jakarta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DKI Jakarta masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sidak makanan mengandung susu China. Disperindag akan berkoordinasi terlebih dulu dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Tapi saya koordinasi dengan BPOM dulu," ujar Kadisperindag DKI Jakarta Nurrachman kepada detikcom, Rabu (24/9/2008).

Menurut Nurrachman, makanan yang mengandung susu China masih dalam pengawasan BPOM. Disperindag tidak bisa tahu produk tersebut boleh masuk atau tidak. "Izin edarnya belum ada, itu kewenangan BPOM," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah ada izin edarnya, kami akan melakukan sidak ke lapangan," imbuh mantan Kadishub DKI ini.

Kemarin Badan POM memerintahkan untuk menarik 28 produk makanan yang mengandung susu China. Hal ini dilakukan menyusul hebohnya susu dari China yang tercemar zat melamine.

Ke-28 produk yang ditarik dari peredaran karena diduga mengandung susu dari China adalah:

Jinwel Yougoo (susu fermentasi rasa jeruk, aneka buah, dan tanpa rasa), Guozhen (susu bubuk full cream), Meiji Indoeskrim Gold Monas (rasa coklat dan vanila), Oreo Stick Wafer, Oreo Sandwich Cookies, M&M's (Kembang gula coklat susu), Snicker's (Biskuit-Nougat lapis coklat), Dove Choc (Kembang gula coklat), Natural Choice Yogurt Flavoured Ice Bar, Yili Bean Club (matcha Read Bean ice Bar, Red Bean Ice Bar, Yili Prestige Chocliz, Chesnut Ice Bar).

Nestle Dairy Farm UHT Pure Mild, Yili High Calcium low fat Milk Beverage, Yili High Calcium Milk Beverage, Yili Pure Milk, Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk, White Rabbit Creamy Candy, dan Yili Choice Dairy Frozen Yogurt Bar.

BPOM juga menjelaskan tidak ada susu bayi dari China. Namun diakui memang ada susu bubuk full cream dari China untuk orang dewasa dengan merek Guozhen. (nik/nrl)


Berita Terkait