"Kedua WNI itu sudah bertolak menuju tanah air pada 23 September 2008, direncanakan tiba di Papua pada 24 September 2008 dengan didampingi staff KJRI, Melbourne dan Departemen Luar Negeri," ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa malam (23/9/2008).
Menurut Teuku, kepulangan Hana Gobay dan Yubel Surei ke Indonesia telah difasilitasi oleh pemerintah Indonesia melalui KJRI Melbourne dan KBRI Canberra. "Pemerintah memang wajib memberi perlindungan, bantuan dan memfasilitasi sepenuhnya hingga mereka kembali ditengah-tengah keluarga dan masyarakat," jelasnya.
Teuku, memberikan dukungan kepada dua orang WNI asal Papua yang berani pulang meski mendapat intimidasi dari pencari suaka lainnya.
"Kedua WNI tersebut menunjukan keberanian mengambil sikap ditengah tekanan, karena mereka yakin akan hidup lebih baik di Papua," ungkapnya.
Dengan adanya kepulangan mereka, Teuku, berharap ini dapat membuka hati dan mata mereka yang terus memojokan Indonesia. "Kedepan kondisi tanah air dapat dilihat secara objektif pada umumnya dan Papua pada khususnya," pungkasnya.   Â
(did/rdf)











































