"Kamis 25 September 2008 pukul 10.00 WIB, saya bersama kuasa hukum akan memenuhi panggilan Mabes Polri," ujar Rieke Diah Pitaloka kepada wartawan, di Cafe Darmint, Jl Tebet Utara 1, Jakarta Selatatan, Selasa malam(22/9/2008).
Rieke enggan menjelaskan lebih lanjut terkait apa dirinya dipanggil Mabes Polri. "Dalam surat pemanggilan tidak dijelaskan saya dipanggil sebagai saksi siapa, dari pada simpang siur lebih baik tunggu hari Kamis saja," jelas perempuan yang akrab disapa Oneng.
Menurut Rieke, pemanggilan ini sudah menjadi resiko sebagai aktifis karena mengkritik pemerintah, demi kepentingan masyarakat.
"Saya harus terima karena ini pilihan hidup saya ini komitmen saya, sama sekali tidak ada tekanan psikologis," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rieke, tidak merasa khawatir pemanggilan ini akan berdampak pencalegkan dirinya dalam pemilu 2009 nanti.
"Partai memberi dukungan, tidak ada yang perlu ditakuti saya bukan koruptor dan saya tidak lakukan penyuapan terhadap siapapun," tegasnya. (did/rdf)











































