"Ini bagian dari upaya mempererat antar kader PPP. Mendekatkan yang agak jauh, dan memanggil yang sudah meninggalkan. Ini juga untuk mempersolid PPP," kata Suryadharma pada wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah Endin di Jl Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Selasa ( 23/9/2008).
Hadir dalam acara silaturrahmi kader-kader NU ini sejumlah tokoh kunci PPP. Seperti Suryadharma Ali, Ahmad Muqowam, Hazrul Azwar, Arwani Thomafi, Tamam Ahda, Politisi PKB Ali Masykur Musa, dan Politisi Golkar Slamet Effendi Yusuf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam politik itu perbedaan pendapat pasti ada. Itu biasa. Tetapi perbedaan itu kan ada expired date-nya. jadi wajar saat muktamar berbeda DPC yang dukung saya, Endin, atau Arif Mudatsir Mandan. Tetapi setelah Muktamar, itu sudah selesai," tegasnya.
Suryadharma menambahkan, PPP tidak mungkin bisa besar jika tidak ada persatuan antara kadernya. Karena itu, upaya merekatkan kembali semua kekuatan partai harus dilakukan agar partai berlambang kabah itu bisa meraih suara signifikan pada Pemilu 2009.
Menanggapi hal itu, Tuan Rumah Endin merasa senag atas upaya Suryadhrama yang terus menyapa kader-kader PPP yang selama ini berbeda pendapat. Cara Surya menyapa ini akan menjadikan PPP lebih siap menghadapi pemilu 2009
"Acara buka puasa ini biasa saya lakukan tiap tahun. Kalau sekarang Pak surya datang. Ini sangat bagus. Sebagai ketua umum memang harus demikian, menyapa kadernya dan merawat semua kekuatan untuk maju dalam pertarungan sejati di pemilu 2009," ujar Endin.
Endin membantah jika kehadiran Surya untuk melakukan lobi setelah Suryadharma merasa terpojok akibat isu pemecatan Irga Chairul Mahfiz sebagai sekjen.
"Saya dengan Pak Surya itu sudah teman lama. Jadi tidak ada hubungannya. Ini ya silaturrahmi untuk mempersolid PPP," pungkas Endin
(yid/rdf)











































