Peristiwa itu berawal dari kedatangan puluhan mahasiswa Fakultas Seni dan Desain ke gedung Fakultas Teknik (FT) sekitar pukul 19.30 WIB, Selasa (23/9/2008). Tanpa basa-basi, para mahasiswa ini mengamuk membabi-buta. Mereka melempari gedung FT dengan berbagai benda keras.
Mendapat serangan mendadak, FT tidak tinggal diam. Mereka pun membalas sebisanya. Tawuran kaum yang konon disebut inteleltual muda ini pun terjadi meski di bukan suci.
Beruntung tak lama kemudian, ratusan polisi dari Polres Makassar Timur tiba dilokasi. Aksi anarkis para mahasiswa UNM itu pun berhasil diredam. Polisi mengamankan sekitar 24 orang mahasiswa dari Fakultas Seni dan Desain. Mereka dikumpulkan di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNM sebelum dibawa ke Mapolres.
Saat melakukan penyisiran, polisi menemukan sejumlah senjata tajam, senjata api rakitan, ketapel, anak panah, dan sekeranjang kelereng. Benda-benda tersebut kemudian diamankan untuk dijadikan barang bukti.
Informasi yang dihimpun detikcom, kejadian tersebut diduga berawal dari pembacokan terhadap mahasiswa Fakultas Seni dan Desain bernama Jumadi oleh orang tak dikenal. Namun rekan-rekan Jumadi menduga pelaku adalah mahasiswa FT. Atas nama solidaritas, mereka pun kemudian melakukan penyerangan.
Hingga pukul 21.00 Wita, polisi masih berada di kampus tersebut. Belum ada keterangan mengenai tingkat kerusakan dan jumlah korban akibat kejadian tersebut.
(djo/djo)











































