"Yang penting dari koalisi itu bisa mencapai kemenangan," kata JK dalam acara bincang santai Bicara Politik dan Islam di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2008).
Menurut JK, tidak ada rumusan baku untuk menjalin koalisi dalam praktik politik di Indonesia. Partai nasionalis bisa berkoalisi dengan partai religius. Bahkan sama-sama partai religius tapi dengan latar belakang agama berbeda pun bisa berkoalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, bagi JK, tujuan dari koalisi antarpartai adalah untuk mengisi kekurangan masing-masing dan menambah kekuatan sehingga peluang mencapai kemenangan semakin besar. Itulah menurut JK yang terjadi di Amerika Serikat.
"Misalnya di AS, untuk melawan Obama, McCain menggandeng Palin," ujarnya.
Dalam kesempatan itu JK juga menyampaikan ketegasan Partai Golkar terkait dengan koalisi. Menurutnya, Golkar akan berkoalisi hanya jika tidak berhasil meraup suara 40 persen dalam pemilu legislatif.
"Kalau nanti kita nggak bisa menang 40 persen baru kita koalisi," tegasnya.
Acara bincang santai ini dihadiri sejumlah petinggi parpol. Selain JK, tampak hadir pula Taufiq Kiemas, Hidayat Nur Wahid,Β Wiranto, Jimly Asshiddiqie, Yusril Ihza Mahendra, dan Muhaimin Iskandar.
(sho/nrl)











































