Peringatan tersebut ia sampaikan dalam sambutan pada puncak peringatan nasional Hari Perdamaian Internasional di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2008).
"Saya yakin para veteran tidak menuntut pamrih atas jasa-jasanya. Tapi kita yang harus memberi perhatian atas jasa-jasanya," kata SBY dengan suara tersedak menahan haru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan SBY ini menanggapi laporan yang disampaikan Ketua Umum LVRI Rais Abin. Dalam sambutannya pada kesempatan sama, mantan komandan pasukan Dwikora/Trikora itu meminta Presiden SBY untuk mengupayakan cairnya dana kehormatan yang amat dinanti anggota LVRI.
"Kami mohon bantuan Bapak Presiden mengetuk jajaran birokrasi agar dana kehormatan veteran dapat segera dinikmati oleh mereka yang telah lama mendambakan," kata Rais.
Sesuai kebijakan pemerintah, setiap anggota LVRI berhak mendapatkan semacam uang santunan yang selanjutnya disebut Dana Kehormatan. Nilainya adalah Rp 1,2 juta per orang per bulan melalui pemerintah daerah masing-masing.
Tapi, sudah delapan bulan terakhir dana tersebut tidak kunjung cair. (lh/nwk)











































