Puncak peringatan siang ini, Selasa (23/7/2008), dihadiri Presiden SBY dan anggota kabinet.
Karena ini acara dunia, maka hadir pula para duta besar, perwakilan negara sahabat dan Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, El-Mustafa Benlamih yang membacakan sambutan Sekjen Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) Ban Ki-Moon.
Β
Panita pelaksana acara adalah Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Tidak heran bila sebagian besar yang memenuhi aula Istora adalah anggota korp peci warna kuning kunyit tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maklum, mungkin hanya veteran sajalah yang mengerti indahnya damai setelah mengenal ganasnya perang. Kita membutuhkan damai yang panjang agar bisa menyelesaikan pembangunan," kata Ketua Umum LVRI Rais Abin dalam sambutannya.
Hadirin lainnya adalah anggota TNI/Polri dan tiga kepala staff angkatan bersenjata RI. Sebagian di antara mereka adalah pasukan TNI yang baru kembali dari penugasan di Lebanon sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB.
Sedangkan dari kelompok generasi muda ada mahasiswa, anggota Pramuka dan Tagana (Taruna Siaga Bencana). Sayang sekali, jumlahnya hanya seratusan orang, dan itu pun terbatas pada putra-putri anggota LVRI, padahal justru perdamaian dunia di masa depan ada di tangan generasi muda. (lh/nwk)











































