"Ya mereka sudah sepakat sejak dua tahun lalu. Mereka menyumbang 3-4 radar kepada Indonesia," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono usai pelantikan Ketua Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) dari Laksamana Madya TNI Djoko Sumaryono kepada Laksamana Muda TNI Budhi Hardjo di kantor Bakorkamla, Jl.Sutomo, Pasar Baru, Jakarta, Selasa (23/9/2008).
Menurut Juwono, bantuan radar tersebut diberikan AS untuk kelancaran dan pengamanan lalu lintas niaga dan lalu lintas kapal perang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radar tersebut, lanjut Juwono, sudah dipasang di beberapa tempat, namun terkendala dengan masalah tanah. Radar tersebut akan dipasang di Selat Malaka, Selat Karimata, Selat Makassar.
"Jumlah radar secara persis belum tahu. Pada umumnya dipasang di daerah-daerah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)," ujarnya lagi.
Walau ada bantuan dari AS, pemerintah Indonesia menurut Juwono, tidak memberikan kompensasi apapun. Bahkan pemerintah melarang ahli AS untuk mengawaki radar tersebut.
"Tidak ada kompensasi sama sekali. Tidak ada pihak AS yang diizinkan mengawasi, semua diawasi dan diawaki orang-orang Indonesia," tegas Juwono. (zal/nrl)










































