Wakil Kepala Perwakilan RI Cairo, Agil Salim Al-Attas dalam sambutannya menyatakan bahwa para mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar harus dapat memperbaiki niat, niat belajar di Al-Azhar harus benar-benar untuk mendapatkan ridha Allah. Ditambahkan bahwa niat tidak cukup dalam menuntut ilmu, diperlukan pula akhlaq karimah sehingga ilmu yang dimiliki dapat menjadi panutan di masyarakat.
Demikiandilaporkan Syamsu Alam Darwis, mahasiswa Indonesia di Cairo, Senin (22/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penuntut ilmu harus menjaga ilmunya, tidak menyia-nyiakan waktu untuk pekerjaan yang sia-sia, terutama meluangkan waktu lebih banyak dalam menghafal al-Qur'an, laesa aliman man lam yahfadz al-Qur'an," tutur Abdul Hakim yang berceramah dengan berbahasa Arab ini.
Sedangkan Johannes Cornelius Nobels, salah satu Ketua Divisi Luar Negeri BWAKM yang bertugas mengumpulkan dana dari Muslim moderat di Eropa, mengungkapan terima kasihnya yang tak terhingga kepada komunitas Muslim Eropa yang telah sudi memberikan santunan pendidikan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Universitas Al-Azhar Mesir.
"Kami mengharapkan agar segenap masyarakat Muslim Eropa dapat lebih giat menyumbangkan dananya untuk para mahasiswa Indonesia di Mesir, tutur Nobels yang memberi sambutan dengan empat bahasa (Arab, Inggris, Perancis dan Jerman)," katanya.
Sementara itu, Noor Kholis Mukti selaku Direktur Utama BWAKM memaparkan bahwa usaha program beasiswa mahasiswa asuh ini berawal dari gagasan mahasiswa untuk saling membantu mahasiswa yang sangat membutuhkan. Usaha ini mendapat dukungan penuh dari Duta Besar RI di Cairo. Noor Kholis mengimbau agar para penerima beasiswa ini dapat lebih meningkatkan kualitas studi dan ibadahnya.
Mekanisme calon penerima beasiswa mahasiswa asuh yang telah berlangsung sejak 2005 ini berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Donatur diantaranya memiliki motivasi dan semangat belajar yang tinggi, berkelakuan baik dan berekonomi lemah.
"Ke depan kita mengharapkan jumlah penerima dan jumlah nominal yang diterima mahasiswa semakin meningkat, Untuk tahun ini Program S1 memperoleh beasiswa sebesar EGP. 160 (USD $ 30), Program S2 sebesar EGP. 200,- (USD$ 40) dan Program S3 sebesar EGP 250,- (USD$ 50)," papar Mohammad Syafii Tampubolon, Koordinator Program Beasiswa ini.
Pada tahun 2007 rata-rata pembiayaan program ini menelan dana sebesar EGP. 16.475 (senilai USD $ 3080) dan pertahunnya rata-rata sebesar EGP. 197.700 atau senilai USD $ 36.953 untuk menyantuni 125 mahasiswa Strata S1 dan S2-S3 menulis tesis dan disertasi.
(nrl/nrl)











































