"Saya kaget begitu masuk kamar, bini saya sudah nggantung ," kata Warsito (50) di rumahnya, Pela-pela Tj Priok RT 3/6, Jakarta Utara, Selasa (23/9/2008).
Menurut firasat Warsito, kepergian istri keduanya tersebut didorong oleh keprihatinan mendalam atas penyakit Natini yang tidak kunjung sembuh, darah tinggi dan asam urat. Natini berkali-kali mengeluh sakit, namun tidak berani ke dokter karena tidak punya biaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Natini yang mengakhiri hidupnya Senin (22/9/2008) kemarin selepas buka puasa, sudah dikubur oleh keluarganya. Hanya sedikit yang mengantar ke pemakaman di Budi Mulia, Pademangan. Cukup keramaian doa menjadi pengiring pemakaman Natini, korban kemiskinan.
(Ari/iy)











































