"Keseluruhan anggaran untuk pelayanan publik tahun 2008 PT Angkasa Pura II adalah Rp 80 miliar. Untuk toilet saja kita menganggarkan Rp 40 miliar," kata Dirut PT Angkasa Pura II Edi Haryoto.
Hal itu dikatakannya dalam konferensi pers usai acara Peresmian Fasilitas Umum Bandara Soekarno Hatta dan Pencangan Gerakan Bersih Bandara di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Selasa (23/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran sebesar Rp 40 miliar itu digunakan untuk membuat 139 toilet baru dan melakukan berbagai renovasi dari total 307 toilet yang ada di bandara tersebut. Sedangkan sisanya, yakni Rp 40 miliar, digunakan untuk membangun mushala baru dan shelter, selain untuk keperluan rutin.
Dengan adanya toilet baru ini, diharapkan para pengunjung bandara akan merasa lebih nyaman. Mereka juga diharapkan lebih tertib dalam menjaga kebersihan lingkungan bandara.
"Selama ini sopir kalau parkir kencingnya di ban. Angkasa Pura sudah membuat toilet untuk sopir. Mereka kencingnya harus di situ," kata Menpar Jero Wacik setengah bercanda.
Gerakan Bandara Bersih ini tidak hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi di semua bandara di seluruh Indonesia. Hanya saja waktunya tidak bersamaan. Pada saat yang sama, di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta juga dilakukan peluncuran pencanangan gerakan serupa.
"Yang bersamaan waktunya di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta," kata Menhub Jusman Syafii Djamal.
Acara peresmian ini disemarakkan dengan kehadiran tiga dara cantik, yakni Puteri Indonesia 2008 Zivana Letisa, Puteri Pariwisata Runner Up 3 Olivia Fransisca, dan Puteri Pariwisata Wakil DKI Jeannie Purnamasari. Mereka tampak mengiringi rombongan kedua menteri melakukan peninjauan ke toilet, shelter, dan mushala.
(sho/nrl)










































