Seperti dituturkan oleh anggota pengamanan setempat, Udin (46), kejadian ini bermula saat pukul 06.00 WIB, Nita pulang ke rumahnya usai lembur dari tempat kerjanya di Tebet. Saat memarkir mobil dan masuk pagar halaman Nita kaget melihat pagar rumahnya tak terkunci.
"Kok ini tidak dikunci," ujar Udin menirukan pengakuan Nita di TKP, Selasa (23/9/2008)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kemudian lari ke rumah tersebut yang letaknya hanya berjarak 100 meter dari pos pengamanan. Saya membopong keduanya dan membawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Kijang milik Nita," jelas Udin.
Kondisi korban pada saat itu bagaimana? "Untuk Ibu Tati mengalami pendarahan lewat kedua telinga serta bibirnya pecah serta luka lebam di sekujur tubuh. Hal yang sama pun terjadi pada pembantunya, bahkan Misdi mengalami memar yang cukup keras di tengkorak kepalanya," ujar pria paruh baya ini.
Hingga saat ini, belum diketahui jumlah kerugian akibat perampokan tersebut karena Nita masih berada di RS Fatmawati. Polisi saat ini telah mengambil beberapa barang bukti seperti seprei yang berlumuran darah, bantal serta benda-benda lain. Bercak-bercak darah masih bercecer di rumah tersebut.
Menurut salah seorang kerabat korban, Agus Suryadi, yang bekerja di PT Jasa Marga, suami korban merupakan pejabat di PT Jasa Marga pada tahun 1975-an. Suami korban juga sempat menjadi pejabat di Departemen Pekerjaan Umum. "Tapi sudah lama beliau meninggal," kata Agus.
Saat ini beberapa pegawai PT Jasa Marga juga sedang menjenguk korban di RS Fatmawati. (anw/nrl)











































