Menurut M. Aji Surya, Counsellor Penerangan KBRI Moskow, selama dua hari pameran sekitar seratus buyer partai besar telah melakukan berbagai penjajagan dan pendekatan dengan kalangan pebisnis yang memamerkan barangnya. Bahkan beberapa di antaranya telah secara serius membicarakan kemungkinan kerjasama secara kongkret. Antrean one on one meeting senantiasa terjadwal rapi dalam setiap harinya.
Demikian siaran pers KBRI Moskow pada detikcom, Selasa (23/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun PTP VIII juga sempat berbincang secara serius tentang kemungkinan adanya investasi dari perusahaan EFKO dengan membangun pabrik CPO dan RBD. EFKO yang baru saja menyelesaikan pembangunan kilang minyak CPO dan produk derivatifnya di Black Sea itu menyatakan mampu membeli minyak kelapa sawit sampai dengan 60 ribu metrik ton perbulannya. Meski kelihatan agak ngebet, namun perusahaan Rusia ini masih terkesan hati-hati karena merasa minim informasi tentang investasi di Indonesia. Terdapat wacana kerjasama pembelian CPO dengan cara counter trade.
Di hari kedua pameran, PT Sari Segar Husada bertemu dengan Carbon Company asal Saint Petersburg. Keduanya membicarakan tahap awal pembelian aktivitas carbon dan water treatment plant. Karena kedua belah pihak belum mendapatkan titik temu, maka pertemuan berikutnya sedang dijadwalkan.
Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Hamid Awaludin, menyatakan puas akan perkembangan kontak usaha yang terjadi di KBRI Moskow. Tidak seperti pameran pada umumnya yang mentargetkan banyaknya pengunjung, maka Indonesian Expo lebih diabdikan sebagai pasar pertemuan antara pedagang dan pembeli.
"Ini memang bukan retail market, jadi kita berharap bisa menjaring transaksi dalam jumlah besar dari para pebisnis Rusia," ujarnya.
Meskipun bukan untuk pembeli kacangan, Expo di belahan bumi utara ini boleh dibilang ramai pengunjung. Pada saat pembukaan saja sekitar 700 pengunjung memadati lingkungan KBRI. Rupanya selain para pebisnis, datang juga kalangan umum yang ingin mengetahui suasana Indonesia sambil menikmati peragaan busana batik dan tarian eksotik tanah air.
Menurut rencana, business luncheon yang terdiri dari para CEO perusahaan Rusia dengan Ketua BKPM, Muhamad Luthfi akan dilaksanakan pada hari terakhir, 26 September 2008 dan malamnya diisi dengan fashion show di hotel. Sedangkan sehari sebelumnya para tour operator Rusia akan bertatap muka dengan pejabat Departemen Budaya dan Pariwisata guna membicarakan peluang wisata Tanah Air.
(nrl/nrl)











































