Upacara pengambilan sumpah di bilangan Niederaederlanstrasse, Frankfurt am Main ini meski berlangsung sederhana namun tetap terasa khidmat. Acara yang berlangsung petang hari itu dilakukan menjelang saat-saat berbuka puasa.
Lima orang anggota PPLN Frankfurt, seperti diterangkan Didit Parlambang, Ketua PPLN Frankfurt am Main, merupakan hasil kesepakatan bersama setelah melalui beberapa kali pertemuan dengan seluruh perwakilan masyarakat Indonesia. Dengan mempertimbangkan faktor mobilitas dan efektivitas kerja, tercapai kesepakatan seluruh anggota PPLN adalah mereka yang saat ini hingga setahun ke depan berdomisili di Kota Frankfurt dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah kerja PPLN Frankfurt dalam pemilu 2009 mendatang meliputi enam negara bagian antara lain Hessen, Bayern, Nordrhein Westfalen, Baden Wuertemmberg, Saarland, dan Rheinland Pfalz. Sekurang-kurangnya 6.800 warga Indonesia, berdasarkan angka lapor diri medio Februari 2008, memiliki hak untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2009.
Namun, seiring cepatnya perubahan dan dinamika yang berkembang pada akhirnya data-data itu terus menerus mengalami revisi hingga hari ini. Perubahan itu umumnya terjadi lantaran perpindahan alamat, pulang kembali ke Indonesia, dan pindah kewarganegaraan.
Dalam kesempatan lain Didit mengatakan ratusan surat yang dikirimkan PPLN Frankfurt untuk mengundang warga terlibat dalam Pemilu 2009 kembali lagi ke sekretarian akibat perubahan-perubahan itu. Beruntung warga negara Indonesia yang berada di wilayah kerja PPLN Frankfurt ikut bekerja keras membantu pengolahan data para pemilih.
Waktu setahun mendatang yang tersisa bisa dibilang tak banyak lagi. PPLN Frankfurt pun kini tengah sibuk berkejaran dengan waktu mempersiapkan pesta demokrasi 2009. Meskipun libur, Sabtu lalu mereka terlihat tetap mendantangi kantor sekretariat di kawasan Zeppelinallee untuk melakukan pengolahan dan memverifikasi seluruh data baru yang masuk.
ย Salah satu faktor yang kini menjadi kendala adalah belum tibanya biaya yang dianggarkan KPU. Padahal, surat undangan memilih bagi warga Indonesia itu telah menghabiskan biaya ribuan euro dan menelan nyaris 80% rencana biaya yang dianggarkan.
Tak seperti pemilihan yang biasa dilakukan di Indonesia, teknis pemilihan di luar negeri mengalami sejumlah penyesuaian. Jarak yang jauh antara domisili dan lokasi pemilihan membuat PPLN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel bagi warga yang tak bisa memilih pada hari pelaksanaan pemilu.
Hal itu antara lain disiasati dengan pemilihan melalui surat. Pun begitu, Didit menjamin kerahasiaan para pemilih dengan teknik yang sudah dipersiapkan. Untuk hal ini, PPLN Frankfurt melakukan terobosan dengan melakukan kerja sama dengan pihak Deutsche Post melalui teknik tertentu yang bisa menjamin kerahasiaan pemilih.
Dalam menyukseskan penyelenggaraan pemilu 2009, PPLN tidak akan hanya berkonsentrasi pada hari-H pelaksanaan. Sejumlah program terkait dengan sosialisasi pelaksanaan pemilu juga sudah dipersiapkan. Rencananya, mereka akan berkunjung dan mengadakan seminar terbuka yang bisa dihadiri oleh warga Indonesia yang tinggal di enam kawasan wilayah kerja PPLN Frankfurt.
Keterangan Gambar:
Kepala Perwakilan RI Eddy Setiabudhi berpose bersama ketua dan seluruh anggota PPLN Frankfurt di Wisma Indonesia sesaat setelah pengambilan sumpah. Dari kiri ke kanan: Diding Ahyadi, Juanita Nababan, Didit Parlambang, Eddy Setiabudhi, Chip Rinaldi Sabirin, dan Abdul Madjid.
(nrl/nrl)











































