"Kita meminta tidak perlu ada surat teguran apalagi sanksi," ujar Yuddy seusai menemani Fadel Muhammad bertemu JK di rumah dinas JK, Jl Diponegoro no 2, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2008) malam.
Hal tersebut diungkapkan dia karena surat teguran dan sanksi diberikan apabila tidak ada klarifikasi yang memadai dari tuduhan-tuduhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
adanya teguran ataupun sanksi karena kita sudah jelaskan secara mendetail kepada ketua umum dan ketua umum sangat terbuka," jelasnya.
Dalam pertemuan yang digelar selama kurang lebih dua jam itupun, Yuddy menjelaskan bahwa JK menyarankan kepada kadernya tersebut agar tetap menjaga
soliditas Partai Golkar.
"Dan kita setuju untuk jaga soliditas partai dan membesarkan partai. Dan beliau meminta supaya semua kader Golkar untuk jaga solidaritas karena Partai Golkar ingin memenangkan Pemilu April 2009 nanti dengan target perolehan suara 30 persen," jelasya.
Lebih jauh Yuddy mengatakan, konflik yang terjadi antara Fadel dan Partai Golkar telah selesai. Atas persoalan tersebut, JK pun tidak memberikan sanksi terhadap Fadel.
"Saya rasa seperti yang disampaikan ketua umum, masalah polemik seputar adanya Munaslub itu kami katakan tidak benar dan sudah selesai. Lalu kemudian tuduhan-tuduhan yang disampaikan bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan Pak Fadel itu untuk menjatuhkan ketum itu tidak benar dan sama sekali tidak ada, jadi persoalan polemik seputar Gorontalo dinyatakan selesai," pungkasnya.
"Tidak ada sanksi. Ketua umum menegaskan bahwa sama sekali tidak ada sanksi.
Saya tidak sakit hati kalau tidak jadi caleg. persoalan telah selesai dan semua ada hikmahnya," tegasnya.
Sementara itu, Yuddy menganggap dengan adanya klarifikasi dari Fadel ini
merupakan suatu hal yang sangat positif. Menurutnya, persoalan tersebut tidak segawat yang dituduhkan oleh oknum-oknum tertentu di elite DPP Partai Golkar.
"Kita semua sepakat dengan pandangan-pandangan tersebut. Selaras dengan itu,
kami juga minta kepada ketua umum, sekiranya ada hal-hal dalam pandangan-pandangan tersebut segera diklarifikasi seperti ini. Jadi ini menurut
saya menjadi sesuatu yang sangat positif dibandingkan dengan memberikan
ancaman-ancaman, teguran atau sanksi tanpa jelas duduk persoalannya,"
pungkasnya. (mei/irw)











































