"Betul saya sampaikan kekecewaan saya untuk menjadi calon," ujar Fadel usai bertemu dengan JK di rumah dinas JK, Jl Diponegoro No 2, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2008) malam.
"Karena saya punya obsesi untuk menerapkan otonomi daerah, membuat undang-undang di parlemen nanti, kemudian punya obsesi menerapkan limited in the function. Ini paling tepat kalau saya di parlemen," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saran seperti himbauan, sabar saja dan mengikuti pimpinan. Apalagi ini kan Ramadan," tuturnya menghibur diri.
Meski hasrat politiknya belum tercapai, namun Fadel mengaku tetap setia kepada Partai Golkar. Konfliknya dengan jajaran DPP yang sempat timbul akibat pencalegan itu kini dinilainya selesai.
"Semuanya sudah selesai. Saya tetap di Golkar, kita kompak saja lah" ujarnya.
Fadel mengungkapkan, dirinya tetap diberikan sanksi oleh Partai Golkar.
"Sanksi sudah ada. Ada hak ketua umum untuk rapat dengan mereka. Jadi kan clear, bahwa tidak ada masalah. Musdalub di Gorontalo itu simpang siur," ujarnya sambil mengatakan niatnya menjadi caleg tidak akan pernah padam.
(mei/irw)










































