Belanja Baju di Hari Senin Dikira Sudah Sepi, Eh Tetap Ramai

Belanja Baju di Hari Senin Dikira Sudah Sepi, Eh Tetap Ramai

- detikNews
Senin, 22 Sep 2008 16:54 WIB
Belanja Baju di Hari Senin Dikira Sudah Sepi, Eh Tetap Ramai
Jakarta - Maunya belanja di luar hari akhir pekan Jumat, Sabtu dan Minggu, pada H-9 Lebaran ini. Tujuannya, menghindari keramaian dan mencari nyaman saat belanja. Eh, ternyata kecele.

"Saya ke sini karena berpikir lebih sepi dibanding hari Sabtu dan Minggu. Ternyata tetap ramai. Mungkin karena mau Lebaran jadi orang semakin ramai," kata salah satu pengunjung pusat tekstil di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selvi (25) kepada detikcom, Senin (22/9/2008).

Dara keturunan Arab berparas cantik ini mengaku membeli baju gamis mendekati Lebaran karena mengejar model baju yang mutakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya saya sudah 4 kali datang ke Blok A Tanah Abang selama Ramadan ini. Semakin mendekati Lebaran model-modelnya banyak yang baru terutama untuk baju muslim," ujar gadis berjilbab setinggi 155 centimeter ini.

Alasan Selvi memilih Blok A, karena harganya yang lebih murah, pilihan banyak, dan strategis lokasinya.

"Dan sekarang lebih nyaman, karena ada AC, kalau dulu masih pasar banget. Apalagi di lantai 6 tempatnya butik-butik. Keadaannya tidak seramai di lantai dasar. Nyaman dan lebih enak memilih," papar warga Cijantung, Jakarta Selatan, ini.

Shoppers lain yang ditemui detikcom, Yana (22), warga Pasar Minggu, Jaksel, memilih belanja di Blok A Tanah Abang karena mempunyai langganan hingga bisa membeli dengan harga lebih murah.

"Saya senang membeli di sini karena modelnya terbaru. Biasanya diskon di langganan saya sampai 20 persen," ujar gadis yang memakai baju kurung merah marun ini.

Bila ada cacat pada baju yang dibelinya, maka diskon yang diterimanya sering lebih.

Sedangkan salah satu penjual baju muslim di Blok A Tanah Abang, Umu Habibah (38), mengatakan pada bulan biasa biasanya pengunjung mulai ramai pada pukul 09.00 WIB.

"Tapi ini pukul 06.00 WIB sudah mulai berdatangan," ujar warga Bekasi ini.

Pengunjung biasanya mulai sepi pukul 13.00 WIB, karena pukul 17.00 WIB sebagian stan sudah mulai tutup.

Umu Habibah mengaku keuntungannya menjual baju pada bulan Ramadan ini bisa berlipat 2 atau 3 kali dibanding hari biasa.

"Terutama di hari-hari libur. Biasanya banyak dicari baju muslim dan aksesorisnya. Untuk motif biasanya orang banyak memilih motif batik karena lagi tren," imbuh wanita pemilik toko 'Putri Salwa' ini.

Untuk harga baju gamis, Umu Habibah mematok harga Rp 250 ribu sampai Rp 600 ribu. Sedangkan untuk baju koko, harga minimal yang dipatok Rp 150 ribu.

"Sedangkan untuk barang yang baru datang biasanya dinaikkan Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu," imbuh dia.

Pantauan detikcom, hingga pukul 16.00 WIB, pengunjung pusat belanja 13 lantai itu masih tampak ramai, kendati sebagian besar memang sudah beringsut pulang. (nwk/nrl)


Berita Terkait