Dua orang korban yang dievakuasi ke negaranya adalah Huang Yung Te (61) serta anaknya Huang Hui Min (25). Mereka dievakuasi dari RSUP Sanglah, Denpasar, jalan Pulau Nias, Denpasar, Senin (22/9/2008) menuju Bandara Ngurah Rai dengan menggunakan mobil ambulan.
Dari bandara Ngurah Rai, para korban diterbangkan dengan pesawat Ambulance Air menuju ke negaranya. Ambulance Air adalah pesawat khusus mengangkut pasien ini dikirim langsung dari China Taipe ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban menderita cedera serius akibat pesawat China Airlines yang menuju Bali mengalami turbulensi di udara antara Kalimantan dan Sulawesi. "Korban mengalami lumpuh kedua kaki, patah tulang. Kemungkinan juga mengalami cidera sumsum tulang belakang," kata Aryana.
Aryana membantah bahwa kedua korban dievakuasi ke negaranya karena keterbatasan peralatan perawatan di rumah sakit terbesar di Bali ini. "Ini bukan karena keterbatasan alat tetapi murni atas permintaan keluarganya karena korban akan menjalani peratawan yang lama," kata Aryana.
Delapan orang penumpang China Airlines menjadi korban akibat mengalami turbulensi. Setelah menjalani perawatan di RSUP Sanglah, lima korban telah meninggalkan rumah sakit pada Sabtu malam (20/9/2008), dan satu korban pada Minggu (21/9/2008). (gds/djo)










































