SBY Curhat Sering Dicaci

SBY Curhat Sering Dicaci

- detikNews
Senin, 22 Sep 2008 14:27 WIB
SBY Curhat Sering Dicaci
Jakarta - Menjadi seorang presiden di zaman reformasi tentunya tak senikmat saat Orde Baru berkuasa.. Jika pada zaman Orde Baru seorang presiden ibarat raja yang tak bisa disentuh kritik, kini seorang presiden dengan mudah bisa disindir bahkan dicaci.

Hal inilah rupanya yang dialami oleh Presiden SBY selama kuranglebih empat tahun menjabat sebagai presiden. SBY harus tebal kuping karena banyaknya cacian dan makian terhadap pemimpin tertinggi republik ini.

"Atas nama freedom of speech, presiden saat ini bisa dicaci maki melalui spanduk, iklan dan talkshow," ujar SBY di hadapan peserta kursus Lemhannas angkatan 41 di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Senin (22/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, menurut SBY, hal ini dianggapnya sebagai masukan yang berarti. Apalagi di era reformasi ini setiap orang bebas untuk berekspresi, bebas demo dan bebas menyatakan pendapat.

Namun SBY menyentil beberapa pihak yang akhir-akhir ini menjadi aktor intelektual di balik banyaknya demo menentang kebijakan pemerintah.

"Aktor intelektual dalam unjuk rasa bukan merupakan kesalahan. Jadi tidak boleh menangkap mereka. Tapi kalau kata unjuk rasa saya ganti dengan kata kekerasan, ya wajib dipertanggungjawabkan secara hukum," kata kakek Aira ini.

SBY menambahkan, kebebasan berbicara boleh saja. Tapi kebebasan beraksi tidak diperkenankan. "Tidak ada di negara mana pun freedom of action. Yang ada freedom of speech," tandas pensiunan jenderal ini.




(anw/nrl)



Berita Terkait