"Rizal Ramli ini teman saya. Dia minta dukungan saya jadi presiden. Saya dukung sepenuhnya," kata Gus Dur di sela-sela pertemuannya dengan Rizal Ramli di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Senin (22/9/2008).
Namun dukungan Dus Dur itu ada syaratnya. Setelah berhenti sebentar, Gus Dur melanjutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar hal itu tawa wartawan pun meledak. Jawaban yang sama diberikan Gus Dur pada Yusril Ihza Mahendra dan Soetrisno Bachir pekan-pekan lalu.
Rizal Ramli yang mengenakan baju putih lengan panjang itu datang ke PBNU pukul 12.00 WIB dengan didampingi Jubir Komite Bangkit Indonesia Adhie Massardi Mereka langsung masuk ke ruangan Gus Dur di lantai 1. Setelah melakukan pembicaraan dengan Gus Dur, Rizal pun memberi kesempatan pada wartawan untuk wawancara.
Kepada wartawan, Rizal menerangkan bahwa kedatangannya kepada Gus Dur adalah bagian dari pertemuannya dengan para tokoh nasional pro-demokrasi. Setelah bertemu dengan Taufiq Kiemas, hari ini Rizal bertemu dengan Gus Dur. Dalam beberapa hari mendatang Rizal juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh lain seperti Amien Rais, Adnan Buyung Nasution, dan Syafii Maarif.
"Besok pukul 09.00 WIB saya akan bertemu dengan Pak Amien. Lalu lusa dengan Pak Adnan Buyung," kata Rizal.
Selain itu, menurut Rizal, kedatangannya kepada Gus Dur itu adalah karena kedekatannya yang sangat dengan mantan ketua umum PBNU itu.
"Gus Dur adalah guru saya dalam politik,demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan. Saking dekatnya, Gus Dur ibarat ayah bagi saya," ujar capres independen yang berniat mengikuti konvensi Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.
Menurut Jubir KBI Adhie Massardi, pertemuan Rizal dengan para tokoh nasional itu adalah dalam rangka konsolidasi nasional gerakan pro-demokrasi. Hal itu dia anggap penting karena menurutnya saat ini ada ancaman nyata bagi demokrasi di Indonesia.
"Setiap ada yang kritis selalu dicurigai, mau ditangkap. Demokrasi kita menghadapi ancaman nyata," ujarnya.
Adhie membantah jika kedatangan Rizal kepada Gus Dur dan para tokoh lainnya adalah untuk meminta dukungan terkait dengan rencana penangkapan dirinya oleh Mabes Polri.
"Bukan kami minta perlindungan kepada tokoh-tokoh itu dr ancaman penangkapan SBY," ujarnya.
(sho/nrl)











































