Es itu terbuat dari buah pepaya, bengkoang, melon, dan nanas. Es tersebut, oleh Endah guru SMK Tunas Bangsa, dibagikan ke tiga muridnya yang bertempat tinggal di Desa Tunjungtirto, Baturetno,dan Banjararum, di wilayah Singosari, Kabupaten Malang masing-masing sebanyak 25 bungkus untuk dibagikan ke masyarakat.
Akibat mengkonsumsi jajanan tersebut, 112 orang dilarikan ke RS Syaiful Anwar (RSSA) Malang. Ke-112 korban itu terdiri dari 41 korban warga Desa Banjararum, 34 korban warga Desa Baturetno, dan 37 warga Desa Tunjungtirto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pesannya 250 bungkus, korban bisa mencapai itu jumlahnya," kata
Kasatreskrim Polres Malang AKP Sunardi Riyono kepada detikcom di IRD RSSA Malang, Jl Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Minggu (21/9/2008) malam.
Sunardi sendiri belum bisa memastikan perubahan status Rodiah menjadi tersangka dalam kejadian ini.
"Bisa juga tidak ada perubahan status. Karena dia juga menjadi korban bersama keluarganya," imbuh Sunardi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah mengirim 24 parameter
dari sisa es buah, muntahan, gula pasir, sampel air sumur Rodiah untuk diuji pada laboratorium Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.
"Mungkin 5 hari lagi kita akan tahu hasilnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Agus Wahyu Arifin saat dikonfirmasi detikcom.
(mok/mad)











































