"Disepakati bahwa penyelesaian politik di Thailand Selatan dilaksanakan secara damai dan dialog serta tidak keluar dari konstitusi Thailand,” kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Istana Negara, Jakarta, Minggu (21/9/2008).
Kesepakatan lainnya adalah terus melanjutkan dan menggulirkan proses perundingan dengan Pemerintah RI sebagai fasilitator. Terkait itu ronde II dan III perundingan telah diagendakan untuk digelar pada 1-2 November dan 14-15 November mendatang dengan mengambil tempat tetap di Istana Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pertahanan, politik dan pendidikan. Jadi cukup komprehensif,” sambung Dino.
Tidak kalah penting adalah kesepakatan untuk gencatan senjata, kedua pihak sepakat untuk saling menahan diri untuk tidak mengambil langkah kekerasan. Kesepakatan ini penting karena menjadi jaminan bagi tercapainya keberhasilan dari setiap tahap perundingan yang dicapai.
"Masalahnya sangat kompleks dan sama tuanya dengan konflik di Aceh. Sejak era 70-an sudah membara, dan tidak mudah mencapai penyelesaian. Sama dengan perundingan Helsinki, perdamaian tercapai dari keberhasilan sedikit demi sedikit dan yang penting integritas Thailand terjaga,” papar Dino. (lh/mok)










































