Sosialisasi dan Trauma Menkum HAM Andi

Laporan dari Den Haag

Sosialisasi dan Trauma Menkum HAM Andi

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2008 21:23 WIB
Sosialisasi dan Trauma Menkum HAM Andi
Den Haag - Mengapa sosialisasi seperti ini harus seorang menteri sendiri yang turun tangan? Andi, yang mengaku masih trauma dengan 'Belanda', buru-buru menjelaskan.

Kepada detikcom di ruang Dubes KBRI Den Haag menjelang acara tatap muka dengan masyarakat untuk sosialisasi UU No 12 Tahun 2006, Menkum HAM Andi Mattalata buru-buru menjelaskan bahwa acara sosialisasi ini bukan agenda utama perjalanannya, melainkan memanfaatkan waktu singgah untuk memberi sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

"Saya dalam perjalanan menghadiri undangan ke sidang World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa (22/9/2008)," jelas Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, sebelumnya dia juga telah menghadiri Diskusi Meja Bundar dengan perwakilan organisasi internasional HAM, perwakilan politik dan media di Berlin (17/8/2008).

Di tengah sesi sosialisasi, Andi kembali mengulang dan merasa perlu menjelaskan perjalanannya tersebut kepada masyarakat yang memenuhi Ruang Nusantara KBRI. Andi terkesan jengah oleh sorotan negatif masyarakat akhir-akhir ini terhadap banyaknya perjalanan pejabat dan DPR ke luarnegeri yang dinilai cuma akal-akalan untuk plesiran.

Pada kesempatan itu Andi menambahkan bahwa dia masih trauma dengan 'Belanda'. Maksud Andi adalah heboh pemberitaan perjalanannya bersama rombongan DPR (sebelum dia menjadi menteri, red) ke Belanda pada musim panas 2005.

"Waktu itu saya belanja kecil-kecilan saja, tapi diberi tas Gucci. Itu kan biasa. Tahu-tahu jadi heboh di internet, lalu disiarkan berulang-ulang oleh televisi di tanah air. Siapa yang tidak trauma?" ujar Andi, yang mengaku masih dilindungi Tuhan karena dirinya selamat dari berbagai skandal DPR yang kini meledak terbongkar.

Sekadar membuka file Juli 2005, pada waktu itu sedang deras-derasnya DPR melakukan studi banding ke negara-negara Eropa hingga ke pelosok Amerika Latin dan Karibia. Rombongan Baleg DPR ke Belanda yang menurut pernyataan-pernyataan di media akan melakukan studi banding dengan parlemen itu mendapat pengawasan dari PPI Belanda.

Mereka antara lain Pataniari Siahaan (PDIP), Nursyahbani Katjasungkana (PKB), Andi Matalatta (Golkar), Yahya Zaini (Golkar), Agus Condro Prayitno (PDIP), Maiyasyak Johan (PDIP), Ishaq Saleh (PAN), Yusuf Fani Andim Kasim (PBR).

Sementara detikcom, yang tahu bahwa periode Juli-Agustus adalah masa reses, menghubungi koneksi di parlemen dan mendapat keterangan bahwa tidak ada agenda dengan rombongan DPR RI dan tidak ada orang di parlemen karena semua sedang liburan musim panas.

Tepat pada 29/7/2005 gambar-gambar primeur kegiatan rombongan DPR di Belanda di musim panas itu dipublikasikan detikcom di bawah judul Studi Banding, Bally dan Gucci, disusul siaran pers dari PPI Belanda ke semua media. Tak hanya Gucci, tapi juga merk lain seperti Bally, begitulah gambar berbicara.

Orang yang pernah tinggal atau pergi shopping ke Belanda akan mendapat pelajaran bahwa orang Belanda itu sangat zakelijk. Seseorang tidak akan mendapat tas, apalagi bermerk, kalau orang itu tidak berbelanja di toko bersangkutan. Bisa jadi Andi ketiban pulung mendapat tas bermerk, karena bersama rombongan.
(es/es)


Berita Terkait