Api mulai berkobar sekitar pukul 10.00 WIB Minggu (21/9/2008), dan hingga pukul 17.00 WIB, api masih terlihat berkobar di beberapa bagian.
"Banyak tanaman berupa alang-alang, harendong dan kaliandra yang ada di lahan kering dan kosong di blok tersebut yang mudah terbakar," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Teguh Setiawan, kepada detikcom Minggu (21/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dilalui kendaraan, sehingga cukup menyulitkan upaya pemadaman api.
"Kami melakukan upaya pencegahan meluasnya api ke blok lain dengan cara manual", ungkap Teguh.
Sementara itu hutan gunung Guntur bagian selatan yang juga terbakar saat ini sudah mulai padam, namun sisa-sisa bara api masih terlihat menyala dari pohon pinus yang terbakar. "
Lokasi itu memang masih dapat terjangkau sehingga kami bisa dengan cepat melakukan upaya pemadaman. Berbeda dengan lokasi yang saat ini masih terjadi kobaran api dimana begitu terjal dan sama sekali tak bisa dilalui kerndaraan," ungkap Teguh.
(rdf/rdf)











































