Di pasar Tanah Abang dan Blok M, misalnya. Di kedua pasar tersebut, pengunjung sampai sulit berjalan lantaran padatnya calon pembeli. Terpaksa para pengunjung harus bersabar, beringsut dari kios satu ke kios yang lain.
"Mencari baju, sama makanan. Gimana lagi, namanya lebaran ya ramai begini," kata Tutik (56) salah satu pengunjung Pasar Tanah Abang, Jl Mas Mansyur, Minggu (21/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Parkir mobil saja butuh setengah jam. Belum nyari tempat kosongnya, susah," imbuh Tutik yang datang bersama anak perempuannya.
Di Pasar Blok M (Mal Blok M), pemandangan serupa juga terlihat. Ribuan pengunjung memadati pasar. Bahkan, ruang parkir yang disediakan baik untuk motor ataupun mobil meluber hingga ke trotoar jalan. Kemacetanpun tidak tehindari, hingga perempatan Al Azhar arah ke Mal Blok M.
Selain pasar tradisional, sejumlah pasar modern seperti mal dipenuhi pemandangan serupa. Di Pondok Indah Mal (PIM), warga Jakarta berjubel di gerai pakaian dan sepatu. Selain itu, pengunjung mal juga memadati gerai pakaian gamis dan busana muslim. (Ari/iy)











































