Di negara lain, serangan terhadap hotel milik Bill Marriot juga terjadi. Pada tahun 2003 serangan bom di Hotel JW Marriot, Jakarta menewaskan 12 orang. Sebuah hotel JW Marriot pun hancur pada tahun 2001 dalam serangan di World Trade Center, New York. Dua orang pekerja hotel tewas.
Teroris kembali melakukan serangan ke Hotel Marriot di Islamabad, Sabtu (20/9/2008) malam, dengan sebuah truk berisi bom yang menewaskan 60 orang. Serangan itu merupakan peristiwa terburuk yang menimpa jaringan hotel mewah yang berusia 81 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan yang menghancurkan 290 kamar hotel, merupakan sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan bagi pemimpin tertinggi jaringan Marriot yang berusia 76 tahun. Pria inilah yang mengembangkan perusahaannya sehingga menjadi salah satu jaringan hotel terbesar di dunia.
Seorang putra Marriot, John, mantan eksekutif di perusahaan itu, suatu kali pernah bertanya apa yang membuat ayahnya terjaga pada malam hari. Dia (Bill Marriot) menjawab, "Terorisme."
Hotel JW Marriot Islamabad, dibuka pada tahun 1992. Hotel ini memiliki pengamanan yang ketat. Hotel ini dilengkapi dengan gerbang pertahanan yang kuat dimana kendaraan-kendaraan diperiksa oleh metal detektor pada pintu masuk.
Eksekutif Marriot ini, juga memikirkan apakah perlu untuk membuka sebuah hotel di Baghdad seperti permintaan dari Amerika Serikat dan pegawai pemerintahan Irak, yang berharap untuk membangkitkan Irak dengan investasi asing dan aktivitas ekonomi. Bill Marriot memang tidak mengatakan kepada publik mengenai idenya ini, tapi orang-orang terdekatnya mengatakan dia khawatir tentang isu keamanan.
(crn/rdf)











































