Akibat aksi amuk prajurit TNI AL ini, 3 orang warga sipil kritis dan dirawat di RSU Tanjung Pinang. Ketiganya adalah satpam POM Bensin, Udin (35 tahun). Kedua, petugas Pom Bensin, Hendra (27 tahun) dan Kameramen RCTI yang kebetulan akan mengisi bensin, Henky (30 tahun).
"Awalnya Hengky mau mengisi bensin, tetapi karena melihat keributan, Hengky langsung mengeluarkan handycamnya. Akibat aksi Hengky yang mengambil gambar keributan ini, Sejumlah angota TNI AL tambah marah, akhirnya Hengky jadi sasaran pengeroyokan sampai pingsan bersama 2 korban lainnya," kata seorang saksi di TKP Suparji pada detikcom via telepon Minggu (21/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini belum diketahui persis apa yang menyebabkan prajurit TNI AL mengamuk di POM bensin Tanjung Pinang. Namun pihak Lantamal berjanji akan memberikan keterangan pers pada pukul 13.00 setelah sejumlah wartawan protes dan melaporkan kasus ini ke POM AL.
"Malam itu sebenarnya ada polisi militer dari kesatuan AD yang mencoba melerai. Namun karena dia sendirian, dia tak sangup menghentikan amuk prajurit TNI AL ini," terang Suparji.
"Teman-temen wartawan sudah melaporkan kasus ini ke POM AL, Pihak Lantamal akan memberikan keterangan pers terkait kasus ini pada pukul 13.00 WIB nanti,"pungkas Parji. (iy/iy)










































