Prajurit TNI AL Ngamuk, 3 Kritis Termasuk 1 Wartawan RCTI

Prajurit TNI AL Ngamuk, 3 Kritis Termasuk 1 Wartawan RCTI

- detikNews
Minggu, 21 Sep 2008 11:16 WIB
Pekanbaru - Sekitar 20 parjurit TNI Angkata Laut (AL) tiba-tiba mengamuk di tempat pengisian bahan bakar (POM) bensin Jl MT Haryono, kawasan Batu Hitam, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Insiden ini terjadi pada Minggu (21/9/2008) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB

Akibat aksi amuk prajurit TNI AL ini, 3 orang warga sipil kritis dan dirawat di RSU Tanjung Pinang. Ketiganya adalah satpam POM Bensin, Udin (35 tahun). Kedua, petugas Pom Bensin, Hendra (27 tahun) dan Kameramen RCTI yang kebetulan akan mengisi bensin, Henky (30 tahun).

"Awalnya Hengky mau mengisi bensin, tetapi karena melihat keributan, Hengky langsung mengeluarkan handycamnya. Akibat aksi Hengky yang mengambil gambar keributan ini, Sejumlah angota TNI AL tambah marah, akhirnya Hengky jadi sasaran pengeroyokan sampai pingsan bersama 2 korban lainnya," kata seorang saksi di TKP Suparji pada detikcom via telepon Minggu (21/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merasa aksi amuknya disorot kamera, beberapa prajurit TNI AL lalu merampas kamera dari tangan Hengki. Sampai sekarang kamera tersebut belum dikembalikan.

Sampai saat ini belum diketahui persis apa yang menyebabkan prajurit TNI AL mengamuk di POM bensin Tanjung Pinang. Namun pihak Lantamal berjanji akan memberikan keterangan pers pada pukul 13.00 setelah sejumlah wartawan protes dan melaporkan kasus ini ke POM AL.

"Malam itu sebenarnya ada polisi militer dari kesatuan AD yang mencoba melerai. Namun karena dia sendirian, dia tak sangup menghentikan amuk prajurit TNI AL ini," terang Suparji.

"Teman-temen wartawan sudah melaporkan kasus ini ke POM AL, Pihak Lantamal akan memberikan keterangan pers terkait kasus ini pada pukul 13.00 WIB nanti,"pungkas Parji. (iy/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini