"Memang benar tanggal 22 September, saya akan bertemu Pak Jusuf Kalla. Ini pertemuan personal, interen, dan rahasia," kata Fadel kepada detikcom, Sabtu (20/9/2008).
Fadel menolak membocorkan materi yang akan disampaikannya dalam pertemuan nanti. "Saya tidak akan bilang. Itu rahasia kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPP Partai Golkar kepengurusan saya pada masa lalu, jika ada kader yang memiliki persoalan, kita panggil secara personal dan tidak terekspose media. Tidak seperti sekarang ini. Ini kan sifatnya rahasia sebaiknya jangan dibocorkan ke publik lewat media massa sehingga bikin masalah tambah blunder," papar dia.
Selain pertemuan 22 September, kata Fadel, akan ada pertemuan DPP Partai Golkar dengan pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar.
"Semua pimpinan daerah diundang ke Jakarta. Pertemuan itu membahas masalah internal partai secara umum," kata Fadel.
Dalam percakapan itu, Fadel membantah mendapat peringatan dari DPP Partai Golkar. "Nggak jadi (peringatan) karena tidak ada salah saya. Saya tidak melanggar AD/ART. Saya hanya mengkritik keadaan Partai Golkar, hanya meminta penjelasan kenapa nama saya dicoret," ujar pria yang berniat maju jadi capres ini.
Berbeda dengan Fadel, Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo mengatakan DPP Partai Golkar memutuskan memberi peringatan resmi kepada Fadel. Fadel dinilai telah melanggar etika dan indisipliner partai menyusul pertemuannya dengan sejumlah kader Partai Golkar pada 8 September 2008. (aan/asy)











































