Dubes RI Mangasi Sihombing untuk Hongaria, Kroasia, Bosnia-Herzegovina dan Makedonia mengatakan hal itu dalam pidato sambutan resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 di Gedung Arsip Nasional Zagreb, Kroasia (17/9/2008).
"Bangsa Indonesia adalah yang pertama menyatakan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa," tandas Sihombing di depan 150 tamu undangan, seperti dituturkan Koordinator Pelaksana Pensosbud Arena Sri Victoria melalui kontak jarak jauh Budapest-Den Haag, Jumat (19/9/2008). Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sihombing, konsekuensi dari proklamasi kemerdekaan Indonesia itu adalah bahwa bangsa Indonesia harus berjuang secara fisik dan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan dan untuk memperoleh pengakuan atas kemerdekaan tersebut. Klaim hak kemerdekaan itu selanjutnya menginspirasi kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Afrika untuk merdeka.
Pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung, hak kemerdekaan itu didengungkan kembali. "Juga dinyatakan lagi oleh Majelis Umum PBB dalam sebuah resolusi tahun 1960 di mana Indonesia sendiri aktif sebagai co-sponsor resolusi 1514(XV) 14/12/1960 mengenai Deklarasi Penganugerahan Kemerdekaan bagi bangsa-bangsa dan rakyat jajahan," demikian Sihombing.  Â
Resepsi diplomatik diselenggarakan pada saat berlangsungnya Zagreb International Autumn Fair. KBRI dan ITPC Budapest serta pengusaha dari Indonesia ikut ambil bagian dalam even itu.
Acara dimeriahkan dengan tari-tarian Indonesia, antara lain dibawakan oleh istri diplomat dan pegawai Kantor Promosi Dagang Indonesia di Budapest. Beberapa tamu undangan menyatakan langsung kepada Dubes Sihombing apresiasi atas seni budaya Indonesia yang ditampilkan.
(es/es)











































