Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa keberadaan PKB tak dapat dilepaskan dari kebesaran NU. Karena itulah, selayaknya PKB selalu bersama-sama dengan NU dalam setiap setiap hal terutama dalam menperjuangkan hak-hak rakyat nahdliyin.
"Hari ini, kita ingin melakukan evaluasi dan revitalisasi peran dan fungsi PKB, dan kontribusinya kepada NU. Kita tahu partai satu-satunya yang dilahirkan NU adalah PKB, 10 tahun partai ini lahir, tentu ada kontribusinya bagi NU, pesantren, lembaga-lembaga pendidikan, dan
jamaah," kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam acara ini seluruh jajaran pengusus DPP PKB seperti Muhaimin, Lukman Edy, Abdul Kadir Karding serta para calon legislatif (caleg) PKB . Sementara itu dari PBNU hadir jajaran
syuriah dan tanfidziah
Menurut Cak Imin, yang diperlukan saat ini adalah bersatunya NU dan PKB untuk bersama-sama memperjuangakan nasib kaum nahdliyin yang selalu terpiggirkan. Karena itulah evaluasi peran PKB terhadap NU harus dipikirkan secara matang.
"Kita harus mengevaluasi sejauh mana peran PKB terhadap NU. Sinergi NU dan PKB akan menjadi kekuatan besar yang bermanfaat bagi bangsa ini. Karena itu, kalau PKB belum maksimal berjuang untuk NU, tentu itu akan menjadi catatan," papar Muhaimin.
Sementara itu Ketua PBNU Ahmad Bagja yang mewakili Hasyim Muzadi menyatakan dukungan suara PKB itu mayoritas dari warga Nahdliyin. Karena itu, sepantasnyalah jika PKB berusaha merapat dengan NU untuk menjadi partai penjuang aspirasi kaum nahdliyin.
"Pendukung PKB itu terbesar dari NU. Pendukung PKB itu fanatis dan loyalis. Mereka mengangggap dinamika konflik itu adalah proses biasa. Pemilih NU di PKB itu tidak bergerak. Tugas kitalah mempertahankan itu," kata Bagja dalam sambutannya.
Bagja menambahkan, dengan pendekatan dan komunikasi yang baik antara NU dan PKB, diharapkan akan menjadi kekuatan besar di negeri ini.
"Caranya untuk mempertahankan konstituen PKB yang NU itu dengan melakukan pendekatan dengan PBNU
dan Pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang. Selama ini, dalam proses politik, NU menjadi rujukan di cabang-cabang," saran Bagja.
(yid/nwk)











































