US$ 2 Juta dari Pemerintah Belanda untuk Pemilu RI

US$ 2 Juta dari Pemerintah Belanda untuk Pemilu RI

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2008 19:34 WIB
US$ 2 Juta dari Pemerintah Belanda untuk Pemilu RI
Jakarta - Pemerintah Belanda melalui United Nations Development Programme (UNDP) memberikan bantuan sebesar US$ 2 juta untuk pemilihan umum (pemilu) Indonesia. Bantuan yang diberikan lewat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu diberikan dalam skema kerjasama bernama Program Multi Donor.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di kantor Bappenas, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2008).

Hadir dalam acara tersebut Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari, Dubes Belanda untuk Indonesia Dr Nikolaos van Dam, Kepala Perwakilan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) dan Kepala Perwakilan UNDP El-Mostafa Benlamlih, dan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.

Dalam rilisnya dikatakan bahwa program kerjasama ini difokuskan pada tiga  prioritas penting. Pertama, bantuan teknis untuk membantu manajemen pemilu dan registrasi pemilih. Kedua, meningkatkan partisipasi politik dan  pendidikan untuk para pemilih. Ketiga, mendukung koordinasi antardepartemen  dan donor untuk mencapai program donor yang selaras.

Dalam sambutannya, Lukita D Tuwo menyampaikan penghargaan atas bantuan dari Belanda ini.

"Pengalaman internasional dan praktek terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang begitu spesifik dan kompleks yang kita hadapi dalam pengelolaan pemilu akan luar biasa membantu dalam memantapkan sistem  demokrasi di Indonesia secara lebih lanjut," ujarnya.

Bantuan ini merupakan bantuan donor asing kedua untuk Pemilu 2009 setelah sebelumnya Badan Pembangunan Internasional Kanada memberikan bantuan sebesar US$ 2,2 juta.

Namun selain dua negara tadi, menurut Lukita, masih ada sejumlah negara yang berkomitmen untuk membantu proses pemilu di Indonesia. Untuk yang masuk skema UNDP, ada Australia (US$ 4,25 juta), United Kingdom/Inggris (US$ 2 juta), Spanyol (US$ 1,5 juta), dan Swedia (US$ 0,5 juta).

Adapun untuk skema bilateral ada Amerika Serikat (AS) (US$ 7 juta) dan Australia (US$ 19 juta). Total seluruh bantuan yang akan diterima Indonesia sebesar US$ 38,1 juta.

Namun menurut Lukita, bantuan sebesar itu tidak akan dikhususkan untuk Pemilu 2009. Ada program jangka panjang yang akan menjangkau hingga Pemilu  berikutnya, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada) di seluruh Indonesia.
(sho/nwk)


Berita Terkait