Penandatanganan kerjasama dilakukan di kantor Bappenas, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2008).
Hadir dalam acara tersebut Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari, Dubes Belanda untuk Indonesia Dr Nikolaos van Dam, Kepala Perwakilan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) dan Kepala Perwakilan UNDP El-Mostafa Benlamlih, dan Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo.
Dalam rilisnya dikatakan bahwa program kerjasama ini difokuskan pada tiga prioritas penting. Pertama, bantuan teknis untuk membantu manajemen pemilu dan registrasi pemilih. Kedua, meningkatkan partisipasi politik dan pendidikan untuk para pemilih. Ketiga, mendukung koordinasi antardepartemen dan donor untuk mencapai program donor yang selaras.
Dalam sambutannya, Lukita D Tuwo menyampaikan penghargaan atas bantuan dari Belanda ini.
"Pengalaman internasional dan praktek terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang begitu spesifik dan kompleks yang kita hadapi dalam pengelolaan pemilu akan luar biasa membantu dalam memantapkan sistem demokrasi di Indonesia secara lebih lanjut," ujarnya.
Bantuan ini merupakan bantuan donor asing kedua untuk Pemilu 2009 setelah sebelumnya Badan Pembangunan Internasional Kanada memberikan bantuan sebesar US$ 2,2 juta.
Namun selain dua negara tadi, menurut Lukita, masih ada sejumlah negara yang berkomitmen untuk membantu proses pemilu di Indonesia. Untuk yang masuk skema UNDP, ada Australia (US$ 4,25 juta), United Kingdom/Inggris (US$ 2 juta), Spanyol (US$ 1,5 juta), dan Swedia (US$ 0,5 juta).
Adapun untuk skema bilateral ada Amerika Serikat (AS) (US$ 7 juta) dan Australia (US$ 19 juta). Total seluruh bantuan yang akan diterima Indonesia sebesar US$ 38,1 juta.
Namun menurut Lukita, bantuan sebesar itu tidak akan dikhususkan untuk Pemilu 2009. Ada program jangka panjang yang akan menjangkau hingga Pemilu berikutnya, termasuk pemilihan kepala daerah (pilkada) di seluruh Indonesia.
(sho/nwk)











































