PPI Belanda: Ayo Revitalisasi Semangat Kebangsaan!

Laporan dari Den Haag

PPI Belanda: Ayo Revitalisasi Semangat Kebangsaan!

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2008 17:03 WIB
PPI Belanda: Ayo Revitalisasi Semangat Kebangsaan!
Den Haag - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda mengajak pemuda dan pelajar untuk merevitalisasi semangat kebangsaan. Akan digelar konferensi untuk mereka yang di luarnegeri.

Ajakan itu dilatari permasalahan utama bangsa Indonesia saat ini yang kompleks dan diperlukan solusi alternatif, seperti kesempatan pendidikan makin berkurang, tingkat ketahanan pangan menurun, hingga soal melemahnya pemahaman kehidupan berbangsa yang adil dan sejahtera untuk semua rakyat Indonesia.

Bekerjasama dengan KBRI, konferensi pemuda dan pelajar di luarnegeri itu akan digelar PPI pada 25-26/10/2008 di Den Haag dengan tema "Revitalisasi Semangat Kebangsaan Pemuda dan Pelajar Indonesia: Menggagas Kebijakan Pendidikan yang Berperspektif Kebangsaan."

Diharapkan dari konferensi ini para WNI di luarnegeri dapat menyumbangkan pemikiran, alih teknologi dan pengetahuan, dan bahkan aliran dana (investasi) ke tanah air Indonesia, yang semuanya bermanfaat untuk mendukung pembangunan, demikian siaran pers PPI Belanda yang diterima detikcom, (18/9/2008).

Disebutkan bahwa Dubes RI J.E Habibie dalam pertemuan dengan panitia penyelenggara mengatakan bahwa inilah saatnya para pemuda dan pelajar yang sedang bertugas dan belajar di luarnegeri bisa berperan aktif dalam pembangunan. "Berikan sumbangsih berupa masukan dan ide kepada pemerintah sesuai kapasitas sebagai pemuda dan pelajar," demikian Habibie.

Konferensi akan dihadiri oleh narasumber kehormatan, Menteri Kabinet RI, para profesional Indonesia dan Belanda, perwakilan pemuda dan pelajar Indonesia di luarnegeri, serta ormas Indonesia di Belanda.

Menurut rencana konferensi akan menghasilkan 3 buah rekomendasi. Pertama, rekomendasi berisi rangkuman saran-tindak dari 5 topik yang dibahas oleh 5 Pokja. Kedua, draft kertas kebijakan pembentukan Pusat Thesis Indonesia (PTI). Ketiga, rekomendasi rancangan kebijakan kerjasama pendidikan.

Konferensi ini digelar untuk memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 100 Tahun Gerakan Pelajar Indonesia di luarnegeri dan 80 Tahun Sumpah Pemuda. (es/es)


Berita Terkait