Reporter Gadungan TV One Ditangkap di Medan

Reporter Gadungan TV One Ditangkap di Medan

- detikNews
Jumat, 19 Sep 2008 07:39 WIB
Medan - Idrawan, 37 tahun, penduduk Dusun Limau Manis, Pasar IX, Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, diringkus karena mengaku sebagai reporter TV One untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Tersangka diringkus setelah tertangkap basah reporter TV One.

Idrawan tertangkap saat menjalankan aksinya mewawancarai seorang pedagang makanan di pusat jajanan malam Ramadhan Fair di kawasan Jl Mesjid Raya, Medan, Kamis (18/9/2008). Reporter TV One Yoga Syahputra yang berada di lokasi, merasa tidak mengenal tersangka. Malahan Idrawan sempat ngotot mengaku sebagai reporter TV One.

Tidak mau berbantahan panjang-lebar, Idrawan kemudian dibawa ke Mapolsekta Medan Kota. Baru kemudian dia mengaku sebagai wartawan gadungan. Dalam menjalankan aksinya, tersangka dilengkapi kartu pers dari Koran Investigasi yang mencantumkan alamat di kawasan Jl. Kol. Yos Sudarso, Tanjung Mulia Medan.

Tersangka mengaku telah menjadi wartawan gadungan selama 3 tahun terakhir. "Kalau mengaku wartawan TV One, sekitar 5 bulan ini," kata Idrawan.

Selain mengaku wartawan TV One, tersangka juga mengaku sebagai wartawan sejumlah televisi swasta nasional lainnya termasuk RCTI. Tidak itu saja, tersangka juga kerap mengaku sebagai wartawan media cetak, tergantung situasi dan jenis korbannya.

"Saya memang mengaku wartawan, tapi tidak untuk memeras orang. Saya mengaku wartawan biar banyak teman. Saya dapat uang bukan dari berita, tapi dapat imbalan karena memasukkan orang kerja," kata Idrawan.

Sebagai barang bukti, petugas menyita tiga unit handphone, satu unit handycam, dua lembar kartu pers, dan satu unit mobil yang ditempeli tulisan TV One. Hingga Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolsekta Medan Kota.

Kepala TV One Biro Medan Arief Fadil mengatakan, pihaknya sengaja membawa dan mengadukan tersangka ke Polsekta Medan Kota untuk memberikan efek jera.

"Perbuatan seperti ini merusak reputasi kaum pers. Tidak tertutup kemungkinan ada yang telah jadi korban dengan mengaku sebagai wartawan," kata Ari.
(rul/nrl)


Berita Terkait