Dalam siaran pers yang diterima detikcom dari Kedubes Indonesia di Moskow pada Kamis (18/9/2008), khusus mengenai Indonesia, Medvedev meminta agar adanya kerjasama yang lebih erat, khususnya di bidang Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), pendidikan, dan budaya.
"Oleh karenanya, bidang-bidang ini harus terus didorong agar dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Medvedev.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya dalam jamuan ramah tamah, Duta Besar Hamid Awaluddin menyatakan secara verbal apresiasinya atas perhatian yang tinggi Presiden Medvedev kepada Indonesia. Berbagai landasan hubungan bilateral yang telah terbangun, akan ditindaklunjuti semasa dia menjabat di Moskow.
"Saya sampaikan bahwa Indonesia sangat bangga bahwa kerjasama kedua negara sejauh ini tetap harmonis dan lancar. Meskipun demikian, masih banyak PR yang harus dilakukan di kemudian hari," ujar Hamid.
Sebagaimana diketahui kerjasama ilmu pengetahuan Indonesia-Rusia tengah memuncak seiring dengan rencana peluncuran satelit Rusia di Biak, Papua. Perundingan masih terus berjalan untuk membicarakan hal-hal yang bersifat teknis.
Sementara itu, untuk kerjasama pendidikan telah terjadi tukar menukar pelajar dan mahasiswa antara berbagai universitas di kedua belah pihak. Saat ini terdapat sekitar 70 mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Rusia, sedangkan tahun 2008 Pemerintah Indonesia memberikan sebanyak 6 darmasiswa kepada mahasiswa Rusia.
Bahkan, kamus Indonesia-Rusia saat ini sedang dalam proses penyelesaian antara Universitas Indonesia dan Universitas Negeri St Petersburg.
"Tukar menukar dosen juga terus dijajagi untuk meningkatkan pengetahuan di berbagai bidang," ujar Hamid.
Sedangkan untuk bidang kebudayaan, apresiasi Rusia terhadap Indonesia dinilai semakin meningkat seiring dengan maraknya turis Rusia ke Indonesia. Tahun 2008 ini turis Rusia ke Indonesia bisa mencapai 100 ribu, atau mengalami peningkatan sekitar 100 persen.
"Untuk itulah KBRI akan mengadakan Indonesian Expo 2008 antara tanggal 20-26 September untuk menjaring lebih banyak pedagang, investor, dan wisman Rusia ke Indonesia," tutup Hamid mengakhiri percakapan. (ndr/gah)











































