"Selasa (17/9) kemarin ada acara buka puasa bersama Mensos dan pejabat eselon di rumah Pak Bachtiar. Pak Hazrul sebagai Ketua Komisi VIII datang. Waktu pulang, Hazrul diantar keluar Irgan dan dikasih tahu kalau dia dipecat. Waktu masuk kembali, Irgan bilang kalau dirinya dipecat sebagai sekjen,” kata Ketua DPP PPP Imam Suharjo dalam konferensi pers di pressroom DPR Senayan, Jakarta,Kamis (18/9/2008).
Menurut Sekretaris Umum Parmusi ini, isu pemecatan Irgan sudah beredar luas di lingkungan DPP. Namun sampai saat ini belum ada surat keputusan resmi yang menyatakan Irgan dicopot dari jabatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam berharap masalah ini segera diselesaikan agar tidak memberikan efek negatif pada partai. Karena itu, Imam meminta DPP segera menggelar rapat pleno untuk membahas masalah ini agar tidak menimbulkan masalah baru yang lebih parah.
"Ini harus segera diselesaikan. Kami akan berusaha untuk menggelar rapat. Kami usulkan dalam waktu dekat rapat bisa digelar. Agendanya bukan hanya meminta pertanggungjawaban dari ketua umum, tapi hal-hal yang tidak transparan," pungkas Imam.
Sementara itu, Ketua DPP PPP Arief Mudatsir Mandan meminta DPP PPP dibersihkan dari para anasir jahat yang ingin merusak PPP. Sayangnya Arief enggan menyebutkan siapa saja yang dimaksud.
"Soal pencalegan, apalagi nomor urut itu sangat sensitif. Termasuk di PPP yang akhirnya beredar isu pemecatan Irgan sebegai Sekjen. kabar itu bermula dari Saudara Hazrul Azwar yang memberitahukan pada Irgan, bahwa Irgan dipecat," kata Arief.
"Kita tak tahu mekanismenya kayak apa, padahal tak ada rapat pleno gabungan, rapat majelis, majelis pakar atau pertimbangan. Kita dengar SK disiapkan. Berangkat dari itu Irgan memberitahu pada saya dan teman-teman lain. Semua kaget ada apa ini," pungkas Arief. (yid/nrl)











































