Jaksel Rawan Ayam Suntik, Jakbar Rawan Daging Sampah

Jaksel Rawan Ayam Suntik, Jakbar Rawan Daging Sampah

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 16:06 WIB
Jaksel Rawan Ayam Suntik, Jakbar Rawan Daging Sampah
Jakarta - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) daging yang tidak layak konsumsi di 100 pasar tradisional dan modern. 3 Wilayah di DKI rawan adanya daging yang tidak layak konsumsi.

Setidaknya hasil dari sidak Dinas Pertanian dan Peternakan DKI sejak 28 Agustus 2008 menunjukkan kerawanan itu. Sidak akan dilaksanakan sampai lebaran.

"Jadi rintangan yang ada kelihatannya Jakarta Pusat dan Jakarta Timur tidak menemukan hasil. Tidak ada temuan yang kira-kira perlu ditindaklanjuti," ujar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan DKI, Edi Setiarto ketika dihubungi detikcom, Kamis (18/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jakarta Selatan, imbuh Edi, berhasil disita 20 alat suntik dan pompa yang digunakan untuk menggembungkan ayam dengan air. Di Jakarta Barat ditemukan daging sampah atau daging daur ulang.

"Di Jakarta Utara sama dengan Jakarta Selatan. Ditambah daging yang dicurigai dari (pemeriksaan) laboratorium," kata dia.

Pihaknya, imbuh Edi, mewaspadai tiga hal dalam penjualan daging hewan di DKI. Yaitu, daging celeng, daging gelonggongan dan penyakit hewan yang menular pada manusia.

"Pertama daging celeng, kalau dulu pemalsuan dari daging celeng, ini tidak ditemukan. Daging gelonggongan tidak ditemukan, dan penyakit berbahaya terkendali," kata dia.

Menurut dia, untuk mencegah daging yang tidak layak konsumsi masuk DKI, Dinas Peternakan mensyaratkan hewan tersebut harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Surat Keterangan Asal Hewan. Sampai saat ini, tidak ada daerah tertentu yang dilarang memasok daging ke Jakarta.

"Sampai sekarang masih aman," ujar Edi. (nwk/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads