"Ia dijadikan alat barisan-barisan sakit hati. Kami tidak ingin Pak Fadel diperalat oleh barisan-barisan tersebut," ujar Ketua Golkar DPD II Kota Gorontalo Adhan Dambea.
Adhan menyebutkan dua nama orang Golkar yang dianggapnya masuk dalam barisan sakit hati itu yaitu eks ketua umum Golkar dan eks kader Golkar yang saat ini sedang getol berkampanye.
Hal tersebut disampaikan Adhan dalam jumpa pers di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (18/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhan menegaskan, seluruh DPD II di Gorontalo sudah menyatakan tidak setuju dengan wacana Munaslub yang dirancang Fadel.
"Munaslub itu inkonstitusional, melanggar AD/ART. Jangan memberi contoh yang tidak baik kepada DPD II," tegas politisi yang juga Walikota Gorontalo tersebut.
Adhan menambahkan, pihaknya juga tidak setuju dengan Fadel yang menggunakan alasan kekalahan Golkar di beberapa Pilkada untuk mengusung Munaslub.
"Jangan karena tidak puas dengan kepemimpinan JK, lantas kekalahan Pilkada dijadikan alasan," tutur Adhan.
Sementara itu, Nizam Dai meminta agar konflik elit di tubuh Golkar tidak mengorbankan kepengurusan di daerah.
"Kami ingin memperkuat partai Golkar di daerah. Jangan sampai konflik elit mengorbankan daerah," ujar Nizam.
(lrn/nrl)











































