Penyegelan dilakukan oleh mahasiswa di Kampus ISI Denpasar, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Kamis (18/9/2008).
Selain menyegal ruang rektor, mahasiswa juga menyegel seluruih ruangan di kampus ISI. Pintu masuk ruangan disegel dengan menancapkan kayu serta memasang borgol. Di depan pintu dipasang spanduk besar bertuliskan "aksi mogok dan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan pejabat Rektor Institut Seni Indonesia (ISI)
Denpasar".
Mahasiswa juga menutup pintu masuk kampus dengan memarkir mobil di tengah jalan. Aksi lainnya, mahasiswa mencoret kaca kampus dengan cat serta menulis kecaman terhadap pemilihan rektor yang tidak jurdil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hasil Pilrek ulang tersebut dianggap tidak sah dan tidak diakui oleh mahasiswa yang mendukung kemenangan Catra pada Pilrek pertama. Mahasiswa pun menggelar berbagai aksi protes hingga puncaknya menyegel kampus.
Guru Besar ISI Denpasar, Prof Nyoman Sedana, menyatakan dosen-mahasiswa kecewa Rai yang dianggap telah melakukan kebohongan publik dengan mengumumkan SK Mendiknas untuk menggelar Pilrek ulang.
Sementara mahasiswa ISI berjanji akan membuka segel jika Pilrek pertama yang dimenangkan Catra diakui. "Kami membuka kembali Kampus ISI jika hasil Pilrek 5 Maret diakui," kata Sedana. (gds/djo)











































