Kisruh Pemilihan Rektor, Kampus ISI Denpasar Disegel

Kisruh Pemilihan Rektor, Kampus ISI Denpasar Disegel

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 11:58 WIB
Kisruh Pemilihan Rektor, Kampus ISI Denpasar Disegel
Denpasar - Kisruh Pemilihan Rektor (Pilrek) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar kian meluas. Aktivitas akademik berhenti karena kampus ini disegel oleh mahasiswa. Selain menyegel kampus, mahasiswa dan kalangan dosen melakukan aksi mogok belajar-mengajar.

Penyegelan dilakukan oleh mahasiswa di Kampus ISI Denpasar, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Kamis (18/9/2008).
Selain menyegal ruang rektor, mahasiswa juga menyegel seluruih ruangan di kampus ISI. Pintu masuk ruangan disegel dengan menancapkan kayu serta memasang borgol. Di depan pintu dipasang spanduk besar bertuliskan "aksi mogok dan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan pejabat Rektor Institut Seni Indonesia (ISI)
Denpasar".

Mahasiswa juga menutup pintu masuk kampus dengan memarkir mobil di tengah jalan. Aksi lainnya, mahasiswa mencoret kaca kampus dengan cat serta menulis kecaman terhadap pemilihan rektor yang tidak jurdil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilrek 5 Maret 2008 diakui, kampus kami buka Aksi itu adalah sikap mosi tidak percaya terhadap Pejabat Rektor ISI Denpasar Prof Wayan Rai. Rai sempat kalah pada Pilrek 5 Maret 2008 dari Dr. Nyoman Catra. Namun kemenangan Catra dianulir Mendiknas dengan meminta Pilrek ulang. Dalam Pilrek ulang 26 Agustus 2008, Rai mengalahkan Catra.

Namun hasil Pilrek ulang tersebut dianggap tidak sah dan tidak diakui oleh mahasiswa yang mendukung kemenangan Catra pada Pilrek pertama. Mahasiswa pun menggelar berbagai aksi protes hingga puncaknya menyegel kampus.

Guru Besar ISI Denpasar, Prof Nyoman Sedana, menyatakan dosen-mahasiswa kecewa Rai yang dianggap telah melakukan kebohongan publik dengan mengumumkan SK Mendiknas untuk menggelar Pilrek ulang.

Sementara mahasiswa ISI berjanji akan membuka segel jika Pilrek pertama yang dimenangkan Catra diakui. "Kami membuka kembali Kampus ISI jika hasil Pilrek 5 Maret diakui," kata Sedana. (gds/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads