Namun secara resmi Livni baru akan menggantikan posisi PM Ehud Olmert setelah wanita berusia 50 tahun itu membentuk pemerintahan koalisi barunya.
Kemenangan Livni dalam pemilihan pemimpin partai Kadima disambut gembira oleh pejabat pemerintah Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyambut pilihan rakyat Israel," imbuhnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/9/2008).
Dengan kemenangannya, Livni akan menjadi PM wanita kedua dalam sejarah Israel setelah Golda Meir pada tahun 1970-an. Namun analis politik Israel, Shmuel Sandler mengatakan, sulit memperkirakan apakah Livni akan menjadi PM yang kuat.
"Sangat sulit untuk memprediksi apakah dia akan menjadi PM yang kuat," kata Sandler.
Namun Sandler menekankan hubungan baik yang terjalin antara Livni dengan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice. "Di Washington mereka akan sangat senang dengan hasil ini. Dia teman baik Condoleezza," pengamat tersebut.
Para pendukung Livni memuji wanita itu sebagai "Mrs Clean" yang akan menghentikan serangkaian skandal yang ditinggalkan Olmert dan lainnya. Livni yang bersuamikan seorang pengusaha terkemuka itu, pernah bekerja selama 4 tahun di dinas mata-mata asing Israel, Mossad. (ita/iy)











































