Dikutip detikcom dari AFP, Rabu (17/9/2008), para korban tewas di antaranya 6 polisi Yaman, dan empat warga sipil termasuk warga India
Organisasi jihad Islam di Yaman mengaku bertanggungjawab dalam ledakan bom ini serta ledakan yang sama di Kedubes Inggris, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab di Ibukota Yaman, Sanaa.
Presiden Amerika Serikat George W Bush mengatakan, serangan ini merupakan upaya teror yang dilakukan kaum ekstrimis untuk menyerang AS sebagaimana yang juga terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Serangan ini mengingatkan kita bahwa kita berada dalam peperangan melawan ekstrimis yang dengan merasa tidak bersalah menganggap ideologi mereka benar" ujar Bush.
Sementara itu, menurut Menteri Dalam Negeri Yaman mengatakan, para ekstrimis melakukan pengeboman ini dengan menggunakan dua buah mobil.
"Dua mobil ditabrakkan ke pos pengamanan di Kedubes AS," ujarnya. (anw/alf)











































