"Kalau persyaratan dukungan untuk capres dan cawapres sebesar 30 persen, maka hanya ada dua capres yang akan maju, yaitu SBY dan Megawati Soekarnoputri," kata politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung dalam diskusi "Memperkuat Kepimpinan Nasional Untuk Menggagas Perubahan Mendasar Bangsa", di Galeria TIM, Jakarta, Rabu (17/9/2008).
Menurut Akbar, untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik, maka seharusnya persyaratan ideal untuk mendukung capres adalah 15 persen. "Idealnya 15 persen. Sebab, akan ada calon alternatif, akan ada opsi-opsi munculnya calon pemimpin alternatif," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat sudah antipati. Tapi kalau 15 persen, masyarakat akan lebih objektif untuk memilih dengan calon-calon alternatif," imbuhnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) Letjen TNI M Yasin menyatakan, capres mendatang berusia muda tidak akan menjamin akan mampu menjembatani kaum muda dan generasi tua. Namun, siapa pun figur capresnya harus mampu menerapkan komunikasi lintas generasi.
"Seorang pemimpin harus enjoy di hadapan anak-anak muda, tapi juga berani mengambil keputusan,β ujarnya.
Yasin berpendapat, sudah seharusnya setiap pemimpin mampu membaur dengan semua lapisan masyarakat agar mengetahui persoalan yang dihadapi. Para pemimpin juga jangan takut dikritik, apalagi mahasiswa.
"Aparat pemerintah seharusnya jangan takut dikritik mahasiswa, lalu menghindar diundang setiap forum diskusi mahasiswa," imbuh Yasin yang bakal diusung Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) sebagai Capres ini.
(zal/anw)











































