"Sangat disayangkan bila musibah yg menimpa saudara-saudara kita di antrian zakat di Pasuruan, oleh politisi partai tertentu lagi-lagi dipakai guna bermanuver politik, yakni dengan menyatakan keraguan pada angka kemiskinan versi BPS yg saat ini 34,9 juta," kata salah satu Ketua DPP Partai Demokrat Darwin Zahedy Saleh kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/9/2008).
Darwin menilai, partai seperti PDIP dan kalangan sejenisnya ingin lebih percaya pada angka kemiskinan versi Bank Dunia, misalnya, yang menggunakan pengeluaran US$ 2/hari/kepala yang di tahun 2007 berjumlah 105,3 juta orang. Sikap demikian tidak konsisten dan tidak memberikan teladan pada rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya selama dalam pemerintahan SBY, Alhamdulillah sudah menurunkan angka kemiskinan dari zaman Mega, baik itu versi BPS pada tahun 2007 menjadi 34,9 juta (15,4 persen) maupun Bank Dunia menjadi 105,3 juta," jelas Ketua Lembaga Kajian Strategis Indonesia Satu (LKSIS) ini.
Lantas Darwin mengajak semua pihak untuk berjuang bersama-sama demi kepentingan rakyat. "Hentikan bermanuver politik dalam segala situasi, apalagi ketika musibah baru menimpa saudara kita. Mari tempatkan perdebatan statistik di ranah metodologis. Jangan dicampuradukkan dengan hal yang sesungguhnya tidak kontekstual," pintanya.
Darwin menerangkan, kasus antrian zakat yang menewaskan puluhan orang ini mencerminkan tidak becusnya aparat setempat dalam melihat situasi. "Aparat seharusnya bersikap proaktif, sekalipun tidak dilapori," tandasnya.
(zal/sho)











































